Jenis baterai yang tertanam pada sepeda motor listrik sangat menentukan jarak tempuh, durasi pengisian daya, dan performa kendaraan di jalanan. Secara umum, pilihan baterai terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu Sealed Lead Acid (SLA) yang berharga ekonomis dan sangat cocok untuk rute pendek harian di bawah 40 kilometer, serta baterai Lithium-ion yang berbobot ringan, berumur panjang, dan bertenaga besar untuk melibas rute komuter antar kota di atas 60 kilometer dalam sekali cas.
Saat berniat membeli kendaraan listrik, kebanyakan orang hanya berfokus pada desain bodi yang keren atau pilihan warna yang mencolok. Jarang sekali ada yang mau melongok ke dalam jok dan mempelajari jenis baterai yang digunakan. Padahal, baterai adalah investasi terbesar sekaligus penentu kenyamanan mobilitas Anda. Salah memilih jenis baterai bisa membuat rutinitas harian Anda berantakan, entah karena motor terlalu sering kehabisan daya di tengah jalan atau karena waktu pengecasan yang terlalu menyita waktu.
Baterai SLA untuk Si Ekonomis yang Menolak Ribet
Mari kita bedah jenis pertama yang paling ramah di kantong, yaitu baterai Sealed Lead Acid atau sering disingkat SLA. Teknologi ini mirip dengan aki mobil yang menggunakan cairan gel asam.
Jujur saja, jika kebutuhan berkendara Anda hanya sebatas mengantar anak ke sekolah, pergi ke pasar kelurahan, atau sekadar jalan-jalan sore di sekitar kompleks, tipe SLA adalah pilihan yang paling logis. Biaya produksinya yang murah membuat harga jual unit motor jadi sangat terjangkau. Keunggulan lainnya, baterai SLA terkenal sangat bandel dan perawatannya sangat minim. Kekurangannya hanya terletak pada bobotnya yang lumayan berat dan waktu pengecasan yang membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam sampai penuh.
Baterai Lithium untuk Kaum Komuter Ber mobilitas Tinggi
Ceritanya akan berbalik total jika Anda adalah seorang pekerja kantoran yang setiap hari harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menembus kemacetan kota. Untuk kebutuhan yang melelahkan ini, Anda wajib mencari sepeda motor listrik yang mengusung teknologi baterai Lithium-ion.
Baterai jenis ini memiliki kerapatan energi yang sangat tinggi, artinya dengan ukuran wadah yang sama, ia bisa menyimpan daya jauh lebih masif daripada SLA. Bobotnya pun sangat ringan, bahkan beberapa tipe menyediakan fitur swappable atau bisa dilepas untuk dicas di dalam ruangan kantor. Anda hanya butuh waktu sekitar 3 hingga 5 jam saja untuk mengisinya kembali dari nol. Investasi awalnya memang terasa lebih premium, namun efisiensi waktu dan daya tahan umurnya yang bisa mencapai 3 hingga 5 tahun ke depan membuat tipe ini jauh lebih menguntungkan.
Menyelaraskan Pilihan dengan Kondisi Dompet
Pada akhirnya, tidak ada jenis baterai yang mutlak lebih baik, yang ada hanyalah jenis baterai yang paling pas dengan realita kebutuhan Anda. Memaksakan diri membeli tipe Lithium yang mahal padahal motor hanya dipakai seminggu sekali tentu adalah pemborosan. Sebaliknya, memaksakan tipe SLA untuk kerja kurir barang harian hanya akan menyiksa kendaraan Anda.